Metode Catatan Cornell: Penjelasan dan Cara Pakai
Sistem Pencatatan Cornell, yang dikembangkan oleh profesor pendidikan Cornell Walter Pauk, membagi halaman menjadi tiga area dan memakai proses lima langkah untuk mengubah catatan mentah menjadi sesuatu yang bisa Anda pelajari.
1. Metode Cornell sekilas
| Langkah | Kapan | Yang dilakukan |
|---|---|---|
| 1. Catat | Di kelas atau saat membaca | Tulis catatan telegrafis di kolom kanan |
| 2. Pertanyaan | Segera setelah kelas | Tulis pertanyaan di kolom isyarat kiri |
| 3. Ucapkan | Saat belajar | Tutup catatan dan jawab dari isyarat dengan lantang |
| 4. Renungkan | Saat belajar | Tanyakan apa arti fakta-fakta itu dan bagaimana kaitannya dengan yang Anda tahu |
| 5. Tinjau | Mingguan, 10+ menit | Kembali ke semua catatan sebelumnya |
2. Dari mana metode ini berasal
Learning Strategies Center Universitas Cornell menyatakan bahwa Sistem Pencatatan Cornell awalnya dikembangkan oleh profesor pendidikan Cornell Walter Pauk, yang menguraikan metode ini dalam bukunya "How to Study in College". Pusat itu hingga kini masih mengajarkan metode ini sebagai bagian dari sumber daya keterampilan belajarnya, dan menyediakan handout satu halaman aslinya dalam bentuk PDF.
3. Tata letak halaman
Sebelum lima langkah, metode ini dimulai dari cara halaman itu sendiri dibagi. Menurut PDF Learning Strategies Center, halaman standar dibagi menjadi tiga area:
- Kolom isyarat sempit di sebelah kiri, lebar sekitar 2,5 inci
- Kolom pencatatan yang lebih lebar di sebelah kanan, lebar sekitar 6 inci
- Strip ringkasan di sepanjang bagian bawah halaman, tinggi sekitar 2 inci
Tata letak inilah yang memungkinkan langkah-langkah berikutnya. Kolom isyarat dibiarkan kosong selama kelas dan diisi sesudahnya; kolom pencatatan adalah tempat sebagian besar kuliah atau bacaan ditangkap saat itu juga; strip ringkasan memaksa sintesis singkat setelah halaman selesai.
4. Lima langkah
Materi Learning Strategies Center menyajikan metode ini sebagai lima langkah, masing-masing terkait titik tertentu dalam proses belajar, bukan semuanya terjadi selama kelas.
1. Catat. Selama kuliah atau saat membaca, gunakan kolom pencatatan untuk menangkap materi dengan kalimat telegrafis, yaitu frasa pendek yang dipadatkan, bukan kalimat lengkap yang disalin kata demi kata.
2. Pertanyaan. Secepat mungkin setelah kelas, panduan resmi menyatakan agar merumuskan pertanyaan di kolom isyarat berdasarkan isi kolom pencatatan. Alasan yang diberikan spesifik: menulis pertanyaan memperjelas makna, mengungkap hubungan, membangun kesinambungan, dan memperkuat ingatan, serta menyiapkan materi dalam format yang akan Anda pakai nanti saat belajar untuk ujian.
3. Ucapkan. Tutup kolom pencatatan dengan selembar kertas. Hanya dengan melihat pertanyaan atau kata isyarat di kolom kiri, ucapkan jawabannya dengan lantang dengan kata-kata Anda sendiri, berdasarkan fakta atau gagasan yang ditunjuk kata isyarat itu. Langkah inilah tempat daya ingat benar-benar diuji, bukan sekadar membaca ulang catatan.
4. Renungkan. Materi resmi membingkai langkah ini sebagai mengajukan serangkaian pertanyaan kepada diri sendiri tentang materi itu: apa signifikansi fakta-fakta ini, prinsip apa yang mendasarinya, bagaimana saya bisa menerapkannya, bagaimana kaitannya dengan yang sudah saya ketahui, dan apa yang ada di baliknya. Langkah ini bertujuan menghubungkan catatan baru dengan hal-hal yang sudah Anda pahami, bukan sekadar mengulanginya.
5. Tinjau. Learning Strategies Center menyarankan menghabiskan setidaknya sepuluh menit setiap minggu untuk meninjau semua catatan sebelumnya, dengan menyatakan bahwa hal itu membantu Anda mempertahankan materi, baik untuk penggunaan saat ini maupun untuk ujian nanti.
5. Mengapa struktur lebih penting daripada gaya menulis
Satu detail yang patut dicatat: halaman Learning Strategies Center sendiri tentang pencatatan menyarankan mencoba berbagai sistem pencatatan untuk melihat mana yang cocok untuk situasi tertentu, bukan menganggap Catatan Cornell sebagai satu-satunya metode yang benar. Halaman yang sama lebih menyukai tulisan tangan daripada mengetik, tetapi studi replikasi berikutnya tentang pertanyaan laptop versus tulisan tangan tidak menemukan keunggulan yang konsisten di kedua arah, sehingga format halaman lebih penting daripada alat yang dipakai untuk menulisnya.
Yang membedakan Catatan Cornell dari saran "buat saja catatan yang bagus" adalah bahwa langkah menulis pertanyaan dan langkah tinjauan mingguan sudah tertanam dalam sistem itu sendiri, bukan dibiarkan sebagai niat yang samar. Kolom isyarat ada khusus agar, berhari-hari atau berminggu-minggu kemudian, Anda dapat menutup catatan asli dan menguji diri hanya dengan pertanyaan, yang mengubah halaman menjadi tes latihan buatan sendiri, bukan catatan statis.
6. Cara sederhana untuk mulai memakainya
Jika Anda mencobanya untuk pertama kali, ada baiknya memisahkan langkah-langkah ini sepanjang waktu, bukan berusaha mengerjakan kelimanya selama kelas:
- Selama kelas atau membaca: lakukan hanya langkah 1 (Catat). Jangan dulu menulis pertanyaan.
- Dalam sehari setelah kelas: lakukan langkah 2 (Pertanyaan), tulis pertanyaan kolom isyarat selagi materi masih segar.
- Saat belajar nanti: lakukan langkah 3 dan 4 (Ucapkan dan Renungkan) dengan memakai kolom isyarat untuk menguji diri.
- Seminggu sekali: lakukan langkah 5 (Tinjau), kembali ke semua halaman Anda dari minggu itu, bukan hanya yang terbaru.
7. Poin penting
- Sistem Pencatatan Cornell dikembangkan oleh Walter Pauk dan masih diajarkan oleh Learning Strategies Center Universitas Cornell.
- Halaman dibagi menjadi kolom isyarat, kolom pencatatan, dan strip ringkasan, masing-masing dengan tugas berbeda.
- Lima langkahnya adalah Catat, Pertanyaan, Ucapkan, Renungkan, dan Tinjau, dan dimaksudkan terjadi pada waktu berbeda, bukan semuanya selama kelas.
- Tujuan kolom isyarat adalah memungkinkan Anda nanti menutup catatan dan menguji diri hanya dengan pertanyaan Anda sendiri.
- Learning Strategies Center menyarankan tinjauan mingguan setidaknya sepuluh menit atas semua catatan Anda, bukan sekadar membaca ulang sebelum ujian.